PEMBUATAN LARUTAN

Standar
  1. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
    1. Tujuan Praktikum

Untuk memepelajari dan melatih cara-cara pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu.

  1. Waktu Praktikum

Kamis, 10 Mei 2012

  1. Tempat Praktikum

Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

  1. LANDASAN TEORI

Untuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif digunakan konsentrasi. Konsentrasi adalah perbandingan zat terlarut dan jumlah pelarut, dinyatakan dalam satuan volume zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut. Berdasarkan ha ini muncul satuan – satuan konsentrasi yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, normalitas, ppm serta ditambah dengan persen massa dan persen volume (Baroroh, 2004 : 19).

Campuran homogen lebih umum disebut larutan, contohnya air gula dan alcohol dalam air. Kebanyakan larutan mempunyai salah satu komponen yang besar disebut pelarut (solvent) dan yang lain disebut solute (zat terlarut). Campuran heterogen adalah campuran yang mengandung dua fase atau lebih, adapun contohnya air susu dan air kopi. Berdasarkan pelarut, larutan dapat dibagi tiga, yaitu larutan gas, larutan cair dan larutan padat. Dalam larutan gas tidak banyak interaksi atau pengaruh komponen terhadap yang lain, karena partikelnya sangat berjauhan (Brady, 2001 : 206).

Pembuatan larutan dengan cara mengencerkan, proses pengenceran adalah mencampur larutan pekat (konsentrasi tinggi) dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume akhir yang lebih besar. Jika suatu larutan senyawa kimia yang pekat diencerkan, kadang – kadang sejumlah panas dilepaskan. Hal ini terutama dapat terjadi pada pengenceran asam sulfat. Agar panas ini dapat dihilangkan dengan aman,asam sulfat pekat yang harus ditambahkan kedalam asam sulfat pekat, panas yang dipanaskan sedemikina besar yang dapat menyebabkan air mendadak mendidih dan emnyebabkan asam sulfat memercik (Chang, 2005 : 106).

Faktor yang berpengaruh dalam kemampuan terjadi larutan adalah kemapuan gaya taraik-menarik antara partikel larutan dan pelarut yang menghasilkan bentuk partikel terlarut. Interaksi molekul-molekul pelarut dengan partikel zat terlarut dalam bentuk gugusan disebut solvasi. Jika pembentukan larutan dapat disebut sebagai proses hipotorus tahap pertama. Jarak antara molekuk meningkat menjadi jarak rata-rata yang tampil pada larutan. Tahap ini memerlukan banyak energi untuk melampaui gaya-gaya intermolekul kohesi. Pada tahap ini disertai dengan peningkatan entalpi dengan reaksi endoterm (penyerapan panas) (Anonim, 2012).

  1. ALAT DAN BAHAN

Alat-alat Praktikum

-          Gelas arloji

-          Gelas kimia 100 mL

-          Gelas kimia 250 mL

-          Labu takar 50 mL

-          Pipet tetes

-          Sendok

-          Spatula

-          Timbangan analitik

Bahan-bahan Praktikum

-          Aquades

-          Kertas label

-          NaCl

-          NaOH pellet

-          Tissue

  1. PROSEDUR PERCOBAAN
    1. Dihitung berapa gram senyawa yang harus ditimbang untuk dibuat 2 jenis konsentrasi dari dua jenis senyawa.
    2. Dihitng massa NaCl dan NaOH, dengan rumus :

% massa =

Dengan konsentrasi NaCl 0,5 % dan 1 % dan NaOH 0,75 M dan 0,5 M.

  1. Ditimbang NaOH dan NaCl sesuai massanya.
  2. Dimasukkan NaCl dan NaOH ke dalam gelas kimia yang berbeda.
  3. Ditambahkan aquades secukupnya dan diaduk sampai terlarut semua.
  4. Dimasukkan NaCl dan NaOH yang sudah larut ke dalam labu takar 50 mL.
  5. Ditambahkan aquades samapai tepat 50 mL.
  6. Dikocok pelan-pelan sampai larutan tercampur rata.
  1. HASIL PENGAMATAN

(Terlampir).

  1. ANALISIS DATA
    1. Persamaan Reaksi

NaOH(aq) +  H2O(l)  → Na+(aq) + OH-(aq)

NaCl(aq)    +  H2O(l)  → Na+(aq)  + Cl-(aq)

  1. Perhitungan

% massa NaCl

% massa =

  • Ø Dik : % NaCl = 0,5 %

Dit  : gr = ……?

gr  =

=

= 0,25 gram

  • Ø Dik : % NaCl = 1 %

Dit  : gr = ……?

gr  =

=

= 0,5 gram

Molar = NaOH (Mr NaOH = 40 gr/mol).

gr       =

  • Ø Dik : M NaOH     = 0,75 M

Mr NaOH   = 40 gr/mol

V NaOH    = 50 mL

  • Ø Dit : gr = ……?

gr  =

=

= 1,5 gram

  • Ø Dik : M NaOH     = 0,5 M

Mr NaOH   = 40 gr/mol

V NaOH    = 50 mL

  • Ø Dit : gr = ……?

gr  =

=

= 1 gram

Table Analog

Konsentrasi

Volume

larutan

gram

NaCl

gram

NaOH

% NaCl

M NaOH

0,5

0,75

50

0,25

1,5

1

0,5

50

0,5

1

  1. PEMBAHASAN

Larutan merupakan suatu campuran homogen yang terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent). Pada percobaan kali ini yaitu pembuatan larutan NaCl dan NaOH dengan konsentrasi tertentu. Percobaan pertama yaitu pembuatan larutan NaCl. NaCl adalah garam dapur yang terbentuk dari HCl dan NaOH. Pada saat dilarutkan dalam air, NaCl terlarut dengan cepat karena partikel-partikel pada NaCl terbentuk dari HCl yaitu asam kuat dan NaOH yaitu basa kuat.

Pelarutan NaCl dalam air merupakan interaksi kuat antara zat terlarut dengan pelarut. Pelarut adalah zat yang melarutkan zat lain dan zat terlarut adalah zat yang dilarutkan oleh zat lain. Pada percobaan pelarutan NaCl, pelarutan ini disebut hidrasi. Persamaan reaksi yang dihasilkan yaitu : NaCl(s) + H2O(l) → NaCl(aq) + H2O(l) dan juga pada saat pelarutan NaCl, pada air tidak terjadi perubahan warna karena larutan yang terbentuk adalah larutan sejati yaitu komponen-komponennya tidak akan terpisah jika didiamkan dan larutan tersebut adalah larutan yang tidak ada bidang batas antara zat terlarut dan pelarutnya, artinya tidak dapat dibedakan antara pelarut dan zat terlarut, begitu pula denagn pelarutan NaOH dengan aquades, tidak dapat dibedakan antara pelarut dan zat terlarutnya.

Selanjutnya adalah percobaan pembuatan larutan NaOh dengan konsentrasi tertentu, yang diketahui adalah molartitas NaOH. Molaritas NaOH diubah ke dalam gram dengan rumus:  Harga kemolaran dapat ditentukan dengan perhitungan mol zat terlarut dan volume larutan. Volume larutan adalah volume zat terlarut dengan pelarut setelah dicampur. Setelah massa NaOH didapat kemudian dilarutkan dengan aquades. Pada saat larutan NaOH dilarutkan dengan aquades, larutan tersebut terasa panas. Hal ini disebabkan karena adanya reaksi eksoterm yaitu perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan, sehingga suhu lingkungan naik (reaksi kimia disertai pengeluaran panas ke lingkungan). Semakin banyak NaOH yang dilarutkan dalam air, maka suhunya makin tinggi. NaOH bersifat basa kuat karena atom Na+ memiliki energi yang cukup rendah. Dan juga pada saat pelarutan NaOH dengan aquades tidak terjadi perubahan warna sesuai dengan penjelasan pada pelarutan NaCl dan aquades yaitu: NaOH(s) + H2O(l) → NaOH(aq) + H2O(l). Pada pencampuran NaOH dengan aquades juga sama dengan NaCl dan aquades yaitu sama-sama tidak dapat dibedakan antara pelarut dan zat terlarutnya karena larutan terhidrolisis sempurna.

 

  1. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan

  • Larutan merupakan campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut serta larutan dengan konsentrasi tertentu dapat dibuat dengan cara menghitung massa zat terlarut terlebih dahulu.

Anonim. 2012. www.chem-is-try.org. Diakses Pada : Rabu, 16 Mei 2012. Jam: 9.10 WITA. Mataram.

Baroroh, Umi. L. U. 2004. Kimia Dasar 2. Banjar Baru : Universitas Lambung Mangkurat.

Brady, James E. 2001. Kimia Universitas. Jakarta : Bina Rupa Aksara.

Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Jakarta : Erlangga.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s