PENENTUAN MASSA ATOM RELATIF Mg

Standar
  1. A.    PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Tujuan Praktikum      : Untuk menentukan massa atom relatif (Ar) dari logam

Magnesium (Mg).

Waktu Praktikum      : Sabtu, 8 Oktober 2011

Tempat Praktikum     : Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram.

  1. B.     LANDASAN TEORI

Massa atom adalah sifat utama unsure yang membedakan suatu unsur dengan unsur yang lain. Karena atom sangat ringan maka tidak dapat digunakan satuan gram dan kilogram untuk massa atom, sehingga perlu dicari suatu atom sebagai standar. Salah satu syarat massa standar adalah stabil dan murni, sehingga atom C-12 digunakan sebagai patokan unsur. Massa atom relatif sangat penting dalam ilmu kimia untuk mengetahui sufat unsur dan senyawa (Syukri,1999:23).

Suatu reaksi berimbang merupakan dasar untuk menghitung hubungan massa reaksi dan hasil reaksi sesuai dengan hokum kekekalan massa, di massa total pereaksi sama dengan massa total hasil reaksi dalam suatu persamaan berimbang untuk menentukan banyaknya zat dengan tepat, maka dipergunakan satu satuan yang disebut mol. Massa satu atom adalah massa atom dalam satuan massa atom (SMA) (Keenan,1989:51).

Dengan perjanjian internasional sebuah atom tunggal di pilih dari nuklida  C dan ditentukan massanya 12,00000 u ( yang menerangkan definisi dari satu satuan massa atom, 1 u, yang sama dengan 1/12 massa sebuah atom karbon -1,-2). Massa dari satu atom dikenal sebagai massa nuklidat, tidak dapat diperoleh secara mudah hanya dengan menjumlahkan massa partikel-patikelnya. Sejumlah materi diubah menjadi energy dalam percepatan sebuah inti dari proton dan neutron. Tetapi perbandingan massa dari nuklida lainnya diukur dengan spectrometer massa (Petrucci,1987:46).

Magnesium (Mg) adalah logam putih yang dapat  dan liat. Logam magnesium melebur pada suhu 650ᵒC. Logam ini mudah terbakar dalam udara atau oksigen dengan mengeluarkan cahaya putih yang cemerlang, membentuk oksida MgO dan beberapa nutrida Mg3N2. Magnesium perlahan-lahan terurai oleh air pada suhu basa, tetapi pada titik didih air, reaksi berlangsung dengan cepat dalam reaksi: Mg + 2H2O → Mg (OH) 2 + H2. Magnesium hidroksida (Mg(OH)2). Jika tidak ada gram amonium, praktis tidak akan larut dengan mudah pada asam (Vogel,1985:304).

 

  1. C.    ALAT DAN BAHAN
    1. Alat-Alat Praktikum
    2. Krus
    3. Pipet tetes
    4. Tanur
    5. Timbangan analitik
    6. Pegangan krus
      1. Bahan-Bahan Praktikum

a. Air

  1. Kertas lakmus netral
  2. Logam magnesium (Mg)

 

  1. D.    PROSEDUR KERJA
    1. Ditimbang krus kosong.
    2. Ditimbang 0,1 gram logam Mg dan dimasukkan dalam krus.
    3. Dimasukkan krus dan isinya ke dalam tanur.
    4. Dipanaskan krus dengan isinya di atas api pembakaran dengan menggunakan segitiga penahan krus.
    5. Dinginkan krus setelah logam Mg menjadi putih dan ditetesi tiga kali dengan air (diperiksa dengan kertas lakmus, uap yang keluar).
    6. Dipijarkan krus, didinginkan dan ditimbang.
    7. Dihitung massa atom relatif Mg.
  2. E.     HASIL PENGAMATAN

 

No.

Prosedur Percobaan

Hasil Pengamatan

1.

Krus kosong ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik. Berat krus kosong = 5,95 gr

2.

 ·      Logam Magnesium ditimbang

·      Logam Magnesium dimasukkan kedalam krus.

Berat logam Mg = 0,1 gr

3.

Krus dan isinya (Magnesium) dipanaskan hingga Magnesium memutih. Krus+Mg = 6,05 gram

4.

 ·      Krus didinginkan

·      Ditetesi air

·      Gas/uap yang keluar diperiksa dengan kertas lakmus.

 

 

Lakmus netral berubah warna menjadi biru.

5.

 ·      Krus dipanaskan kembali.

·      Magnesium dikeluarkan dan ditimbang.

 

Berat krus + MgO = 6,12 gr

  1. F.     ANALISI DATA
    1. Persamaan reaksi
      1. Mg(s) + ½ O2 → MgO(s)
      2. 3Mg(s) + N2 → Mg3N2(s)
      3. Mg3N2(s) + 6H2O(l) → 3Mg(OH)2(s) + 2NH3(aq)
      4. Mg(OH)2(s) → MgO(s) + H2O(l)
      5. Perhitungan
        1. Berat krus kosong = 5,95 gram
        2. Berat awal logam Mg = a = 0,1 gram
        3. Berat krus + berat logam Mg setelah dipanaskan = 6,12 gram
        4. Berat MgO = b  = 6,12 – 5,95

= 0,17 gram

Sehingga :

Ar Mg =

=

=

= 22,85 gram/mol

  1. G.    PEMBAHASAN

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan massa atom relatif (Ar) dari logam Magnesium (Mg), untuk penetuan massa atom relatif Mg. Pada saat mg dipanaskan di dalam tanur, maka Mg bereaksi dengan oksigen menurut reaksi, Mg + ½ O2 → MgO, sehingga logam Magnesium berwarna putih. Selama reaksi dengan oksigen, Mg juga bereaksi dengan N2 yang ada di udara dengan  reaksi                   3Mg + N2 → Mg32. Sehingga setelah pemanasan dilakukan, kemudian ditambahkan beberapa tetes air terjadi reaksi antara Mg32 dan H2O yang ditandai dengan adanya gas NH3 yang bersifat basa dan dilepaskan ke udara sehingga menyebabkan kertas lakmus netral yang diletakkan di atasnya  berubah menjadi biru. reaksi ini berlangsung Mg32 + 6H2O → 3Mg(OH)2 + 2NH3, setelah penambahan air pada krus yang berisi Mg, krus tersebut dimasukkan ke dalam tanur selama beberapa menit, sehingga krus tersebut berwarna merah atau terjadi pemijaran dan Mg berwarna putih sesuai dengan persamaan reaksi: Mg(OH)2 → MgO + H2O.

Setelah krus dingin, krus ditimbang kemabali, pada saat ditimbang terjadi penambahann massa krus. Awalnya krus + Mg memeiliki massa 6,05 gram. Hal ini terjadi karena massa Mg dalam krus tidak berupa Mg murni melainkan ditambhan dengan massa oksigen yang telah diberikan pada saat pemanasan, sehingga massanya menjadi bertambah. Berdasarkan hasil perhitungan, didapat massa atom realtif Mg adalah 22,85 gram/mol. Massa atom relatif  yang didapatkan pada percobaan ini mendekati massa atom relatif yang tercantum pada sistem periodic unsur yaitu 24.

 

  1. H.    PENUTUP
    1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan, didapatkan kesimpulan dimana penetapan Ar Mg yang paling sederhana dilakukan dengan spektrometri massa, dengan data yang diperoleh pada percobaan diperoleh massa atom relatif Mg sebesar 22,85 mendekati massa atom realtif Mg yang ada pada sistem periodic unsur.

  1. Saran

Diharapkan pada praktikum selanjutnya acara penentuan massa atom realtif Mg dan Penetuan tetapan gas dan volume molar oksigen dijadikan dua acara yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s