REAKSI ASAM BASA II

Standar
  1. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
    1. Tujuan Praktikum

Untuk menentukan pH larutan dengan menggunakan pH meter.

  1. Waktu Praktikum

Kamis, 10 Mei 2012

  1. Tempat Praktikum

Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

 

  1. LANDASAN TEORI

Definisi yang pertama dan paling sederhana untuk asam dan basa adalah definisi Arhenius. Ia menyatakan bahwa asam adalah suatu zat yang terdisosiasi dalam air untuk menghasilkan H+. sedangkan basa adalah suatu zat yang terdisosiasi dalam air untuk menghasilkan OH. Menurut Brosted-Lowry asam adalah zat yang dapat memberikan proton [H+] dan basa adalah zat yang dapat memberikan proton [OH]. Menurut Lewis asam adalah zat yang dapat menerima proton dan basa adalah zat yang dapat memberikan electron (Bresnik, 2002 : 60).

PH adalah  derajad keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman (atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan). Yang dimaksud “ keasaman” disini adalah konsentrasi ion hydrogen (H+)  dalam pelarut air. Nilai ph berkisar dari 0-14. Suatu larutan dikatakan netral apabila memiliki pH=7. Nilai pH > 7 menunjukan larutan memiliki sifat basa. Sedangkan nilai pH < 7 menunjukan larutan memiliki keasaman. Umumnya indicator yang digunakan adalah kertas lakmus. Indicator asam basa dapat diukur dengan pH meter yang bekerja berdasarkan prinsip elektrolit/kondiktivitas atau larutan (Nodstrum, 2000 : 166).

PH meter adalah zat yang digunakan untuk menempelkan pH dengan pembacaan skala dengan jenis atau penampakan secara digital. Alat ini mengukur beda potensial ketika arus listrik bergerak antara elektroda yang tertutup dalam larutan pH meter dapat mengukur pH sehingga hampir 0,01 pH meter (Oulette, 2000 : 186).

PH adalah suatu satuan ukur yang menguraikan derajat tingkat kadar keasaman atau kadar alakali dari suatu larutan. Unit PH diukur pada skala 0 samapi 14. Istilah pH berasal dari “p” lambang matematika dari negative logaritma, dan “H” lambang kimia untuk unsur hidrogen. Definisi yang formal tentang pH adalah negatif logaritama dari aktivitas ion hidrogen. Yang dapat dinyatakan dengan pH = – log [H+] (Alvina, 2009).

 

  1. ALAT DAN BAHAN
    1. Alat-alat Praktikum

–          Gelas kimia 100 mL

–          Gelas kimia 250 mL

–          PH meter analitik

–          Pipet tetes

  1. Bahan-bahan Praktikum

–          Aquades

–          Larutan buffer dengan pH 7

–          Larutan buffer dengan pH 9,2

–          Larutan NaCl 0,5 %

–          Larutan NaCl 1 %

–          Larutan NaOH 0,5 M

–          Larutan NaOH 0,75 M

–          pH stick

 

  1. PROSEDUR PERCOBAAN
  2. Dinyalakan pH meter analitik dengan menekan tombol ON.
  3. Dimasukkan elektroda pada larutan buffer dengan pH 7 untuk dikalibrasi, dengan cara memutar tombol CALIB.
  4. Dimasukkan elektroda pada larutan buffer dengan pH 9,2 untuk dikalibrasi lagi, dengan cara memutar tombol CALIB.
  5. Diangkat elektroda dari larutan buffer, kemudian dibilas dengan aquades beberapa kali.
  6. PH meter siap digunakan.
  7. Dimasukkan elektroda ke dalam larutan NaCl 0,5 %.
  8. Dibiarkan sampai tulisan pada layar terhenti.
  9. Dicatat nilai pH yang ditunjukan pada layar.
  10. Dibilas elektroda dengan aquades sebelum digunakan untuk mengukur pH larutan selanjutnya.
  11. Diulangi percobaan f-I untuk larutan NaCl 1 %, larutan NaOH 0,75 M, dan larutan NaOH 0,5 M.

 

  1. HASIL PENGAMATAN

(Terlampir).

 

  1. ANALISIS DATA
    1. Gambar pH meter analitik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Perhitungan

NaOH

v  Dik : M NaOH     = 0,75 M

Vb               = 1

v  Dit : pH = ……?

OH–              = M NaOH x Vb

=  0,75 x 1

= 0,75

pOH            = – log [OH]

= – log [0,75]

= 0,125

pH                        = 14 – pOH

= 14 – 0,125

= 13,875

v  Dik : M NaOH     = 0,5 M

Vb               = 1

v  Dit: pH = ……?

OH–              = M NaOH x Vb

=  0,5 x 1

= 0,5

pOH            = – log [OH]

= – log [0,5]

= 0,125

pH                        = 14 – pOH

= 14 – 0,30

= 13,7

Untuk NaCl, pH = 7 karena NaCl merupakan garam yang terdiri dari asam kuat yaitu HCl dan basa kuat yaitu NaOH.

 

 

 

Tabel analog

Konsentrasi

pOH

pH

M NaOH

0,75

0,125

13,875

0,5

0,30

13,70

 

  1. PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini bertujuan untuk mentukan pH larutan dengan menggunakan pH meter. PH meter adalah derajad keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Unit pH diukur dari skala 0-14. Pada percobaan kali ini akan diukur pH dari suatu larutan NaCl dan NaOH menggunakan pH meter.

Percobaan pertama yaitu mengukur pH larutan dengan menggunakan pH meter analitik. Elektrode dari pH meter analitik dicelupkan ke dalam larutan buffer pH 7 dan pH 9,2 untuk dikalibrasikan sebelum electrode tersebut dicelupkan ke dalam larutan yang akan di ukur pHnya. Kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional. Dalam percobaan ini pengkalibrasian diawali dengan buffer pH 7 yang dimaksudkan agar pH meter yang digunakan dapat membaca pH suatu larutah yang nilainya lebih dari 7 ataupun kurang dari 7. Dan pengkalibrasian dilanjutkan dengan pH 9,2 yang dimaksudkan agar pH meter dapat membaca pH yang lebih dari 9,2. Dari hasil pengukuran diperoleh ph larutan NaCl 0,5 % adalah 7,58, larutan NaCl 1 % = 7,86, larutan NaOH 0,75 M = 11,42 dan larutan NaOH 0,5 M = 11,25. Larutan NaCl dengan pH yang mencapai 7,58 untuk larutan NaCl 0,5 % dan 7, 86 untuk larutan NaCl 1 % menunjukkan larutan bersifat netral karena terdiri dari asam kuat dan basa kuat yang terhidrolisis sempurna dalam air sehingga menyebabkan pHnya netral. Larutan NaOH diperoleh hasilnya untuk larutan NaOH 0,75 M pH = 11,42, larutan NaOH 0,5 dengan pH =11,25. Larutan NaOH memiliki pH lebih dari 7 yang menunjukkan larutan NaOH bersifat basa.

Pengukuran pH yang kedua dilakukan dengan menggunakan pH stik. Larutan yang akan diukur pHnya dengan pH stik, pH stik dicelupkan ke dalam larutan lalu diperiksa warnanya. Dari percobaan ini diperoleh hasil larutan NaCl 0,5 % pH = 5, larutan NaCl 1 % pH = 5, larutan NaOH 0,75 M  pH = 13 dan larutan NaOH 0,5 M pH = 14. NaCl merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat ketika dilarutkan dalam air tidak akan mengganggu kesetimbangan air karena ion-ionnya terionisasi sempurna, sehingga pH larutan sama dengan pH air yaitu 7 dan bersifat netral. Adanya perbedaan hasil percobaan dengan teori yang ada diakibatkan oleh ketidaktelitian praktikan dalam mencocokkan waran pada pH stik dengan warna pada kotak pH stik. Selain itu ketelitian dengan menggunakan pH meter lebih akurat nilainya disbanding dengan pH stik. NaOH merupakan basa kuat karena asam Na sangat mudah melepaskan atau memberikan electron sehingga asam Na memiliki energi ionisasi cukup rendah yang dapat menyebabkan NaOH sangat mudah terurai menjadi ion Na+ dan ion ion OH.

Seharusnya pengukuran ph meter lebih akurat dibandingkan dengan pH stik. Hal ini disebabkan karena dalam membandingkan warna pH stik cukup sulit dan dibutuhkan ketelitian yang tinggi. Namun. Pada percobaan pengukuran pH NaOH dengan pH stik lebih akurat karena mendekati perhitungan, yaitu larutan NaOH 0,75 M pada perhitungan diperoleh pH = 13,875 dan larutan NaOH 0,5 M ph = 13,7.

Larutan buffer adalah larutan yang berfungsi untuk mempertahankan atau menjaga pH suatu larutan sehingga tidak terpengaruh oleh factor-faktor internal atau external dari larutan itu sendiri. Pada konsentrasi yang sama, semakin kuat asam maka semakin besar ion H+ dalam larutan tersebut, yang berarti pH larutan semakin kecil.

 

  1. KESIMPULAN
  • PH meter adalah alat untuk mengukur pH suatu larutan, dan hasil pengukurannya lebih akurat disbanding pH stik.

Alvina. 2009. PH Meter. www.alvina.blogspot.com. Diakses Pada : Selasa 15 Mei 2012. Jam : 10.20 WITA. Mataram.

Bresnick, Stephen. 2002. Kimia Umum. Jakarta: Hipokrates.

Nordstom, dkk. 2000. Negatif PN and Extremely Audid Mine Waters From Iron. California : Environmental Science and Technology.

Oulette, Robert J. 2000. Introduction to General Organic and Biological Chemistry and Edfisi New Edfisi. New York : Mechanical Publialis Company.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s